Friday, October 28, 2005
You Know You're Indonesian When....
You Know You're Indonesian When....
Your stomach growls when you don't eat rice for a day. You believe kecap ABC could turn bad cooking to gourmet food. You talk during a movie. You eat fried rice in the morning. You prefer Versace or Moschino jeans over Gap or Levi's. You don't think Jim Carrey is funny. You think Onky Alexander is a hunk. You think Rhoma Irama is kampungan. You carry a 16 oz. jar of sambal to where ever you travel. Driving a car that is cheaper than $15,000 embarrasses you. You think dangdut is stupid, but listen to it anyways, because you are homesick. You are willing to travel 25 miles to buy tahu and tempe. You are "Dreaming of a WARM Christmas". You are very good at avoiding potholes and other road hazards. Your local McDonald's serves rice and sambal. You think Supermi is a staple food. You have ever tried passing a Rp 50 coin as a quarter in a US vending machine/pay phone. You have ever successfully bribed a police officer. You have ever successfully bribed a customs officer. You do your shopping in Singapore. Your drivers license claims you are 5 years older then you really are. You have ever legally bought pirated software. You have ever been forced to memorize UUD'45. You have bought something from a barefooted street peddler. You know exactly how many islands Indonesia has. You have ever eaten something sold off a cart on wheels. You realized that money is everything before you were six. The first thing that comes to mind when hearing the word "Jakarta" is "macet". Someone you know has ever ridden on top of a train. Your daily commute includes thinking up new ways to ride the city bus for free. You don't mind people being late. You think standing in line is a waste of time. You have tried every Monday of your youth trying to avoid upacara bendera. You have used a mosquito repellant that looks like a coil and is lit on one end. You use the terms "Ni yee", "-lah" and "Ih, jijay" on daily basis You know what Pancasila is, what it means and know it by heart. You complain that movies in America don't have sub-titles. Your daily conversation may include enactments of TV commercials. You have ever consulted a dukun. Your whole class has ever cheated on a test, and gotten away with it. You have ever spent the night before an exam looking for someone who sells the questions. You like the smell of terasi. You think the Thomas Cup is equal to the Super Bowl. You can name a manufacturer of shuttlecocks/badminton birdies. You have a 16' satellite dish hidden in your back yard. You have ever ridden in a motor vehicle with three wheels. You miss your maid during laundry day. Your clothing has brand names printed on it that is visible from 50' away. You attend weddings only until you are done eating. You have attended weddings that you are not invited to. You go to McDonald's to get your weekly supply of ketchup, salt, pepper and napkins. You know more than one music group that stole the tune of Cranberries' "Zombie". You have a can of Baygon on your kitchen table. You make major decisions based on gengsi. You take advantage of Wal-Mart's 30 days money-back-guarantee to "borrow" home appliances. Someone in your family has extra pockets in his outfit to hide cookies from the all-you-can-eat bar. You have paid more then $1000 to get your name on your license plate. When watching TV you regularly find that all the channels broadcast the same thing. You know more than 10 acronyms/abbreviations. You set the ring tone of your cell phone as loud as possible. You spend your weekends at an expensive five star hotel near your house. You have one of those gigantic 5000 watts stereo system even though you can't turn it as loud as you can since you live in a crowded neighborhood. Your Toyota Kijang is packed with bull bar, fog lights, roof rail, car alarm, expensive car audio, gold plated emblems, tail light "protector", racing steering wheels, sports muffler, lowered suspension, 17 inch wheels with expensive tires, etc. Yet you find them not gaul enough. You are able to squeeze 15 passengers in your Toyota Kijang. If you're rich, you buy a huge 50.000 dollars imported SUV and demands it to run minimal 12 kilometers with a liter of gas. You refuse to buy unleaded gas for your imported car even though it costs less than 20 cents a liter. You have your drivers license at the age of 14. You got it without any driving tests. You are unfamiliar with electric stove. You are even more unfamiliar with microwave ovens. If you're a student, your main purpose in life is to succeed in UMPTN and get into a Universitas Negeri. If you've graduated from college, your main purpose in life is to find an easy job with big salary at a foreign company even if you have to stay unemployed for five years to find one. If you finally got a job, your main purpose in life is now to get a wife/husband that's rich, from a "good" family, and the most importantly good looking in order to memperbaiki keturunan. You're proud to be Indonesian - and you pass these jokes on to all your Indonesian friends!


Get Your Own "You Know You're" Meme Here

More cool things for your blog at Blogthings
posted by I @ 3:35:00 PM 0 comments
Monday, October 24, 2005
Awwww Ari!
Temen gue pernah nasehatin gue:
Cari cowok nggak usah rewel. Nggak papa ganteng, yang penting kaya.
Nah, ceritanya gue lagi di Singapur nih. Udah 3 minggu gitu dan udah mulai nggak betah. Tapi biar gue jaudh dari rumah dan nggak betah, gue tetep ke gereja tiap (hari) Minggu karena keluarga temem gue yang gue tinggalin ini juga ke gerejanya "kuat".

Kembali ke nasehat temen gue tadi. Kebetulan hari ini Ari Wibowo pelayanan di Singapur. Jadwal dia sih benernya jam 2 siang, jadi pembicara di kebaktian TKI. Tapi ternyata dia juga kesaksian di kebaktian jam 11. Jadinya kita sempet denger kesaksian dia lah.

Gue sih (sumpah) nggak nge-fans sama ArBow - tapi setelah gue pikir-pikir, dia itu sempurna banget ya jadi orang: kaya, ganteng, baik, cinta Tuhan and single pula! Haha. Berita terakhir katanya dia baru putus sama pacarnya. Whatever lah, tapi dia memang terlalu sempurna.

Gue mikir lagi, kalo manusia sampe se-sempurna itu, "plain" banget nggak sih? Itu aja sih.

Lucu juga liat ushers di gereja nanya tiap orang yang lewa, "Orang Indonesia?" - sampe pembantu-pembantu Filipin juga ditanyain. Hehe. Yang ngaku orang Indonesia diundang ikut ngeliat Ari Wibowo. Gratis.

Gue jadinya mikir lagi deh. Kayaknya kalo make artis sebagai alat promosi, memang ampuh ya. Tuhan gue rasa, meskipun katanya Dia pencemburu, juga nggak keberatan kalo Ari Wibowo jadi "makelar"-Nya, sih.

So: keep serving Him, Ari!

posted by I @ 1:31:00 AM 1 comments
Tuesday, June 28, 2005
S M S B Y
Wah, bangganya gue!

Bokap gue juga dapet. Tapi nyokap, pembokat dan temen gue yang pake M3 dan Simpati nggak dapet. Wah, rupanya Presiden operator pilih kasih nih :)

Benernya gue ngarepin kalo ada SMS dari SBY, isinya jangan nuduh gitu lah! Kesannya gue junkies nge-top sampe dihimbau Presiden lewat SMS untuk merangin narkoba. Kan lebih hangat kalo SMS-nya bunyinya: "Selamat Pagi. Awalilah hari anda dengan doa dan senyum." Otomatis kalo orang banyak doa, kan jadi jauh dari dosa. Dan orang kalo banyak senyum, kan dunia jadi indah ..... Kalo SMS itu yang terima bandar ato pemakai, mungkin jadi berguna. Lha kalo yang terima orang baik-baik (kayak gue), nggak "meaning" deh.

Tapi gue rasa memang kita pantes bangga. Presiden kita "mau" sms-sms-an sama rakyat. RT kita aja nggak perduli sama nomer telfon kita, kan?

Masalah baru: Gue nggak bales SMS tadi. Dianggep sombong nggak ya nanti gue?

posted by I @ 7:29:00 PM 2 comments
Bed of Kutu Busuk

Pernah kebayang nggak kalo namanya bukan "Edi Brokoli", tapi "Edi Pudel", misalnya? Ato, pernah nggak lo ada yang ngasih serangga instead of bunga ke orang ultah, pas Valentine's Day, ato ke orang meninggal? Padahal kan both serangga sama bunga sama-sama ciptaan Tuhan dan mungkin nggak kalah indahnya, seperti kupu-kupu misalnya?

Mungkin orang nggak akan puas maki-maki kalo pake kata "Lidah buaya!" ato "Dasar akar alang-alang!". Dan yang dimaki-maki pun nggak semarah kalo dikatain "Bangsat!" ato "Dasar ayam!" Padahal intinya sama, kan? Ngatain orang pake perumpamaan benda hidup. Bedanya yang pertama tanaman, yang kedua binatang. Itu aja.

Bahasa Inggris juga ternyata nggak kalah "kaku"-nya, kalo ngatain orang pake nama-nama binatang. "You're such a pig!" Padahal lucu juga kan kalo ngatain orang, "He's a pine tree!", misalnya.

Orang pun ngasih nama anaknya nggak ada yang pake nama binatang (yang ada binatang dikasih nama manusia). Mawar. Melati. Kenanga. Kenapa orang "risih" ngasih nama anaknya "Phyton" "Ladybug" ato "Semut"? Kan imoet juga lho .....

"Apalah arti sebuah nama." Banyaklah, artinya! Kalo arti nama nggak penting, orang nggak akan ragu-ragu nyebut namanya, "Perkenalkan. Saya Kucing." Yang pasti, Unyil nama bapaknya Kucing.

Unyil Kucing!

posted by I @ 2:57:00 AM 0 comments
Sunday, June 26, 2005
Susu Cap Nona

Gue hari ini ketemu temen yang udah 4 bulan ngilang entah ke mana. Yang ngilang benernya gue, sih.

Nah, tadi temen gue awalnya pake pasmina gitu. Pas kita nongkrong di Dunkin, pasmina-nya dibuka dan gue jadi kaget. Dia tuh orangnya sekurus gue, dulunya se-"rata" gue. Sekarang dia masih kurus, tapi "bemper"-nya jadi GODE banget! Gue jadi kaget dan sirik. Berhubung gue, seperti layaknya cendikiawan pada umumnya, rajin bertanya - gue tanya dong gimana caranya. Operasi nggak mungkin, lah. Ternyata dia pake krim hasil ramuan dokter deket rumahnya. Katanya, tu dokter nggak punya ijin praktek, jadi rumahnya sekaligus berfungsi sebagai tempat praktek. Tanpa pelang ato papan nama, pastinya.

Temen gue ini selain sekarang lebih sexy, ternyata juga provokator by nature. Temen-temennya sekampus katanya sekarang semua udah pada se-pede dia karena size-nya udah pada "naik". Wah. Bisa jadi kampus ter-sexy se-DKI Jakarta Raya, tuh! Gue liat foto-foto dia di hape, ternyata sekarang dia jadi gemar pake baju-baju model "ini dadaku". Wajar, lah.

Sebenernya ..... gue juga ikut ter-provokasi ;) Gue pingin nyoba juga. Doain gue ya, mudah-mudahan gue sesukses temen gue, temen-temennya dan nyokap temen-temennya!

Hidup perempuan Indonesia! Hidup dokter tanpa papan nama!

posted by I @ 7:53:00 PM 2 comments
Saturday, June 25, 2005
Hukum Campak

Kemaren, untuk pertama kalinya dalam sejarah hukum di Indonesia, mulai diberlakukan hukum cambuk. Provinsi yang pertama dibuat ajang uji coba adalah Nanggroe Aceh Darussalam.

Mula-mula gue pikir, bagus juga. Di Singapur juga ada "canning" dan hasilnya orang jadi males berbuat jahat/usil karena ogah digebukkin. Jadi tadinya gue pikir nyambuknya juga seseru yang di negara-negara laen, meskipun gue agak kecewa karena yang digebukkin cuma pelaku judi. Judi togel pulak. Nggak kelas banget, sih.

Malemnya pas gue nonton TV, lebih kecewa lagi. Kocak banget ternyata. Orang-orang yang dicambuk dipakein baju putih kayak malekat gitu, terus digebukkinnya berikut baju-bajunya. Hasilnya, lebih meyakinkan hasil kerokan pembantu gue deh. Lebih merah. Setelah digebukkin, orang-orang itu dikasih kado yang isinya Al Qur'an, sarung sama sajadah. Bagus sih, maksudnya supaya abis itu bisa pada lebih deket ke Tuhan, kan? Jadi reward dari digebukkin, selain tato temporer bentuk garis-garis, juga religious kit.

Tapi apa ngefek? Maling ayam yang digebukkin orang sekampung sampe matanya mo copot aja, tetep nyolong. Belum tentu dia orang yang nggak tau agama ..... Terus, kalo penjudi togel hukumannya cambuk malu-malu, apa koruptor cambukannya "jelas beda" nantinya?

Apa eksekutornya yang nggak tegaan?

Rasanya lebih "menghukum", kalo hukumannya berupa virus tampek. Lebih menggigil, tapi tetep imut. Udahannya, hadiahnya es krim sama majalah Bobo. Orang nakal boleh makan es krim kalo udah nggak nakal. Jadi pesannya jelas.

Sekarang kalo ada orang yang musti dicambuk tapi bukan Muslim, hadiahnya abis digebukkin apa dong? Nggak adil kalo dia cuma dapet Injil, misalnya, sementara temen-temennya dapet sarung dan sajadah juga selain Kitab Suci. Mungkin malah dapet kalung Salib, ato jalan-jalan ke Bali .....

Tau, ah.

Usulan gue, Indonesia perlu beli robot. Orang-orang nggak perlu dicambuk imut lagi, tapi didudukkin aja di kursi besi yang keras, terus diiket-iket kayak acara "Bincang Bintang" RCTI, bagian Jeng Iskhan beraksi. Terus robotnya nyalain, suruh gelitikkin orang-orang hukuman sampe lemes dan ngiler-ngiler. Semua jadi senang, terhibur dan orang jadi males untuk buat jahat lagi. Nggak ada teriakan "Aduh!", yang ada ketawa-ketawa geli. What a happy moment!

Kan kita terkenal sebagai bangsa yang banyak senyum? Tingkatkan dong, jadi bangsa yang banyak ngakak!

posted by I @ 3:45:00 PM 0 comments
Kursus Kentut

Beberapa taon yang lalu, gue sempet ngambil kursus PR/Marketing di negara tetangga (kaya banget ya tetangga gue, bisa punya negara). Nah, tiap kali ketemu orang, some of them punya pertanyaan yang sama, "Ambil course apa?"

Sebenernya mereka nggak beneran pengen tau. Sebenernya mereka nggak punya bahan omongan lain. Sebenernya mereka cuma basa-basi. Jadi gue jawab, "Inter-course." Trus, reaksi mereka umumnya sama. Ketawa. Dan ketawa mereka itu beneran "tulus".

Sekali waktu, gue ketemu temen lama yang udah jutaan taon entah di mana, macem temen SD, SMP gitu. Pertanyaannya pasti pertama, "Apa kabar?", terus, "Kemana aja lo?" Itu udah standar banget dan jawaban gue juga standar. Ala kadarnya. Benernya kita juga nggak beneran pengen tau gimana kabar masing-masing dan selama ini kita ada di mana. Menurut gue hal-hal kayak gitu basi. Lebih basi lagi, kalo di akhir percakapan basi tadi, salah satu ada yang "pura-pura" minta nomer telfon, terus bilang, "Kapan-kapan kita ketemuan lagi yuk!" Yah, mungkin memang ada yang beneran niat mo telfon ato mo ketemuan lagi, tapi kebanyakan itu cuma buat kalimat penutup. Gerakan anti-klimaksnya adalah "pura-pura" nge-save nomer telfon di HP, terus cupiki-cupika.

Waktu SD, gue punya beberapa "album kenangan". Kebanyakan temen-temen gue (termasuk gue, lah) nulisnya, "Don't forget me!" Karena semua orang nulisnya kayak gitu dan semua orang nggak pengen dilupain, akhirnya semua jadi "lupa" beneran. Dan itu wajar. Soalnya manusia selain doyan nasi, juga doyan basa-basi. Nasi basi yang suka cuma orang yang gilanya udah eksklusif banget.

Terus terang gue capek dengan kepura-puraan. Termasuk kepura-puraan gue sendiri. Sok ramah, sok perhatian. Padahal dalam hati, orang yang kita ajak ngomong nggak terlalu penting buat kita. Omongan-omongan klise gitu nggak bisa dicetak jadi foto, karena "motret"-nya juga pake kamera mainan. Jadi cuma buang-buang waktu.

Masih mending buang-buang kentut. At least, masih ada bunyi ato baunya.

posted by I @ 3:03:00 PM 0 comments
Friday, June 24, 2005
Garing Lu-groho
Temen gue: Gue tadi mo ngomong apa ya sama lo? Jadi lupa nih gara-gara diajak ngomong boss gue.
Gue: Ya udah sana. Ngomong aja lagi sama boss lo.
Temen gue: Biar inget gitu, ya?
Gue: Nggak gitu caranya. Lo french-kiss aja boss lo, supaya tadi huruf-huruf yang masuk ke kuping dia dari mulut lo bisa lo masukkin lagi ke mulut lo.
Temen gue: Udah gila ya lo.

Gue: Kenapa sih lo tiap ngomong musti akhirannya pake nama gue? "... geto (Nama Gue)", "... masak sih, (Nama Gue)", " ... to nggak sih lo, (Nama Gue)?"
Temen gue: Biarin deh. Suka suka gue .....
Gue: "Suka-suka gue"-nya nggak pake nama gue akhirannya?
Temen gue: Gue jadi takut nih ngomong sama lo, .....
Gue: " ... sama lo, (Nama Gue)"
Temen gue: Mulai garing deh lo.

Gue lebih kesian sama temen gue dibanding sama boss-nya, meskipun si boss yang bayarin pulsa buat omongan basi nggak guna kayak gitu.

Enakkan jadi anak orang kaya, daripada jadi orang kaya.
Enakkan jadi pegawe, daripada jadi boss.
Enakkan dibayarin, daripada ngebayarin.

posted by I @ 4:18:00 PM 0 comments
About
Pada dasarnya, semua orang punya hak untuk berpendapat, berkata jujur dan semua kita punya pemikiran yang berbeda, yang kadang tidak bisa diterima semua orang. Sembelit jadinya.
Previous Post
Flickr
Archives
Links
Credits
isnaini.com
blogspot
Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com